Bikin Geram! Beredar Video Tri Suaka dan Zinidin Zidan Ledeki Orang Berkebutuhan Khusus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Tri Suaka dan Zinidin Zidan masih jadi bulan-bulanan netizen usai memparodikan cara bernyanyi vokalis Kangen Band, Andika Mahesa. Seolah tak usai permasalahan mereka, kini beredar video yang memperlihatkan Zidan dan Tri Suaka meledeki kaum penyandang disabilitas.

Video itu viral usai diunggah akun Twitter, @srikanti7474. Dalam rekaman itu, terlihat Zidan zeperti mengikuti gerakan orang-orang yang berkebutuhan khusus.

“Banyak di luar sana orangtua menginginkan anaknya untuk sembuh darui penyakitnya, dan lu gak punya hati ngejek mereka,” tulis keterangan video itu.

Benar saja, saat dilihat, Zidan seperti mentertawakan sesuatu bersama Tri Suaka. Tak lama, Zidan pun mengikuti gestur orang-orang berkebutuhan khusus. Mulai dari memiringkan bibir hingga memainkan tangannya seperti orang disabilitas.

Bukannya menegur, Tri Suaka pun sama saja dengan Zidan bahkan ikut mentertawakan aksi temannya itu.

Sontak, video itu pun viral dan bikin geger netizen. Alhasil, Zidan dan Tri Suaka pun semakin dihujat netizen karena perilakunya.

“Masih ada aja yang bercanda kayak gitu.”

“Ya Allah ini lebih parah lagi.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini