Beli iPhone 11 Seharga Rp 60 Juta, Putra Uya Kuya Nyaris Dibawa ke Pos Satpam

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Anak bungsu Uya Kuya, Sydney Agusto Putra Utama atau yang lebih dikenal Nino Kuya nyaris dibawa ke pos satpam karena tak membayar dua buah iPhone 11 seharga Rp 60 juta yang telah ia buka segelnya.

Eits… tunggu dulu. Tapi bukannya Nino gak mampu bayar iPhone 11 yang harganya masih Rp 30 juta itu yaaa…

Lewat video terbaru di Channel YouTube-nya, adik dari Cinta Kuya ini lagi bikin eksperimen sosial di sebuah pusat perbelanjaan. Aksi Nino ini pun menjadi sorotan, sebab tampak menyamar menjadi seorang gembel dengan mengenakan baju lusuh.

“Kali ini gua bakal social experiment, dimana gua bakalan beli Iphone 11 Pro Max dengan baju lusuh gembel kayak gini. Ini dikotor-kotorin lah pokoknya. Iphone 11 Pro Max ini iphone terbaru dan di Indonesia harganya masih mahal banget,” kata Nino.

Dengan penampilan lusuh dan tak terurus, tak ada yang menyangka jika ia adalah anak seorang artis. Nino pun membawa uang receh yang dimasukan ke dalam kantong plastik.

Beberapa counter hp ia datangi, ia pun mendapat penolakan. Mulai dari dicuekin, dianggap rendah, hingga ada yang memberinya uang. Kemudia datanglah nino ke counter yang dijaga oleh seorang pria.

“Aku ada duit segini aku cari handphone iPhone 11,” kata Nino kepada penjaga counter tersebut.

“iPhone 11? Duitnya ini? Ini mah dapetnya ini doang Rp200 ribu pas,” kata penjaga counter.

Diketahui jika harga iPhone yang Nino cari yakni Rp30 juta. Nino kemudian mengeluarkan uang pecahan 100 ribu dan 50 ribu. Namun rupanya uang tersebut masih belum cukup. Penjaga toko terebut bahkan curiga dengan uang yang dimiliki Nino.

“Itu beneran duit kamu?” Tanya penjaga counter hp tersebut.

“Ya iyalah duit aku. Duit siapa lagi,” jawab Nino.

Nino kemudian mengeluarkan handphone miliknya dan pura-pura menelepon ayahnya. Dalam percakapan di telepon dia meminta untuk transfer Rp40 juta. Penjaga counter hp yang mendengar percakapan Nino tampak terkejut dan disangka gila.

Terlebih saat Nino meminta ayahnya untuk mengantar uang ke tempat counter hp tersebut. Sebab Nino berencana membeli 2 unit iPhone pro max seharga Rp60 juta. Prank Nino semakin menjadi-jadi ketika dirinya membuka segel dari iPhone yang ia akan beli.

Melihat tingkah Nino yang semakin aneh, membuat penjaga counter sempat akan membawanya ke pos satpam. Lantaran dia tak mau membayar terlebih dahulu barang yang akan dia beli.

“Harus dibayar ini. Kalau engga mau kita ke pos satpam aja,” kata penjaga counter hp tersebut.

“Engga mau emang aku ngapain,” kata Nino.

Lihat video selengkapnya di bawah ini gaes!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini