Apes! Cerita Pria Kangen Kue Khas Imlek Buatan Keluarga, Eh Malah Hancur Lebur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini terasa berbeda karena adanya pandemi Covid-19. Padahal, biasanya masyarakat Tionhoa melakukan sembahyang kepada leluhur, biasanya juga ada persembahan dan jamuan secara langsung.

Pada momen Imlek ini, tentunya kue-kue dan makanan juga khas hadir. Tak sedikit orang yang pastinya ingin mencicipi sajian khas Imlek yang dibuat keluarga.

Seperti pria dengan akun Facebook bernama Sam Stc yang merindukan kue buatan sang adik. Namun, hal tak terduga justru menimpa kuenya berubah bentuk.

Sam adalah warga Malaysia dari Jementah, Johor yang bekerja di Singapura dan telah berada di sana selama setahun terakhir. Karena ada pembatasan pergerakan di Malaysia, dia pun tidak dapat kembali.

Dalam postingannya, dia berbagi bahwa dia memberi tahu saudara perempuannya bahwa dia merasa sedih karena dia tidak bisa makan kue yang dia buat tahun ini. Adiknya yang baik hati kemudian memutuskan untuk mengejutkan kakaknya dan mengirimkan beberapa kue untuknya sampai ke Singapura.

Namun, ternyata semua kue yang sampai di tempatnya hancur karena kemasan yang buruk. Sam mengatakan dia tidak bisa menahan tawa pada situasi ini.

“Meskipun demikian, saya benar-benar tersentuh. Lain kali tidak akan seperti ini tapi pertama-tama izinkan saya menikmati kue dengan satu sendok makan besar!,” kata dia dalam postingannya.

Kepada World of Buzz, Sam mengatakan bahwa meskipun penguncian di Singapura sebagian besar dapat ditanggung, satu-satunya kelemahan adalah tidak dapat bertemu dengan anggota keluarganya selama hampir setahun. Dia menambahkan bahwa dia sangat merindukan keluarganya dan pikirannya dipenuhi oleh pikiran kapan dia bisa bertemu dengan anggota keluarganya.

“Saya sangat sedih dan kecewa karena saya tidak akan mengadakan reuni dengan anggota keluarga saya.”

这个真的很惊喜!我妹问我说:哥,今年新年没得回,没得吃她做的饼哦。 我说没办法咯,今年什么都不用吃。哪里知道她来个邮寄过年饼,我的妈呀??你看,来到已经是粉身碎骨了??你这份心已成为这样。哭笑不得??真的是感动到啦?下一次不好这样了,好浪费啊。现在准备一个大汤匙吃两口先?? Cinly Seng你的心意我收到了。 謝謝你的朋友帮我送来 ,一面送一面笑??

Dikirim oleh Sam Stc pada Sabtu, 06 Februari 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini