5 Fakta Chaerul, Montir Lulusan SD yang Berhasil Merakit dan Menerbangkan Pesawat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang pria bernama Chaerul asal Sulawesi Selatan berhasil menerbangkan pesawat dengan bahan bekas miliknya. Keberhasilan tersebut disambut riuh tepuk tangan warga yang menyaksikan kejadian itu.

Ini merupakan percobaannya yang berhasil, setelah sebelumnya pernah melakukan uji coba terbang beberapa kali namun gagal.

Berikut Minews merangkum 5 fakta kisah pria pembuat pesawat berikut ini.

1. Seorang montir

Chaerul ini merupakan seorang montir asal Langga, Pallameang, Mattiro Sompe, Pinrang, Sulawesi Selatan. Ia dibantu dua karyawan bengkelnya, Muh Yusuf dan Wawan, untuk merakit pesawat terbang.

2. Lulusan sekolah dasar

Meski lulusan sekolah dasar keinginan Chaerul untuk membuat pesawat sendiri tidak pernah gentar. Ia juga sering mengakses Internet untuk dijadikan referensi.

“Walau saya lulus sekolah dasar, tapi obsesi saya membuat pesawat tak surut. Referensi dari internet membuat saya semakin besar hati untuk membenahi pesawat buatan saya,” kata Chaerul, Minggu 1 Januari 2020.

3. Berhasil terbang setinggi 20 meter

Keberhasilan yang tidak pernah disangka oleh Chaerul mampu menerbangkan pesawat setinggi 20 meter dan sempat merasa was-was sebelum lepas landas.

“Pesawat dicoba terbang dengan landasan pasir pantai. Saya terbang dengan perasaan was-was dan juga senang,” ujar Chaerul.

4. Menggunakan bahan bekas

Siapa sangka kalau pesawat jenis ultra light buatan Chaerul terbuat dari bahan bekas yang berada di bengkel miliknya. Pesawat terbang yang terbuat dari barang bekas itu dirancang sejak September 2019. Setelah beberapa kali uji coba, akhirnya pada Rabu 15 Januari 2020, pesawat itu bisa terbang bahkan bermanuver.

5. Pantang menyerah

Percobaan ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh Chaerul. Terhitung sudah 5 kali ia melakukan percobaa menerbangkan pesawat, yakni dalam rentang waktu dari tahun 2002 – 2017. Walau gagal, ia tetap terus berusaha.

“Yang membuat saya terus semangat adalah obsesi saya ingin menaiki pesawat terbang. Sejak kecil belum pernah naik pesawat,” ujarnya.

Dari kisah Chaerul ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa siapa pun bisa berkarya mewujudkan mimpinya. Yuk, semangat berkarya menggapai mimpi! (Anita Rahim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini