4 Fakta Mengejutkan Pria yang Makan Kucing Hidup-hidup di Pasar Kemayoran

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Sebuah video mendadak viral di jagad maya. Dalam video itu tampak seorang pria paruh baya melakukan aksi menjijikan.

Pria yang mengenakan jaket cokelat dan topi biru itu dengan santainya memakan kucing hidup di jalan. Tanpa ragu ia menyantap kucing yang dipegangnya hingga isi perut si kucing terburai dan tangannya dipenuhi darah.

Kejadian ini tentu saja mengejutkan publik dan membuat para netizen penasaran mengapa pria tersebut bisa melakukan tindakan seperti itu.

Berikut 4 fakta video pria yang memakan kucing hidup-hidup di Pasar Kemayoran tersebut.

1. Belum Diketahui Identitasnya

Belum diketahui pasti identitas bapak yang melakukan aksi kejam dalam video tersebut. Namun dalam rekaman video yang diunggah oleh akun @jadetabek.info itu terdengar si bapak melontarkan beberapa kalimat.

”Masa suruh kita marah terus sama saudara. Tolong mengertiki dulu,” kata pria itu sambil terus memakan kucing.

”Tolong matiin lampunya. Saya masih sadar ini. Kalau tidak sadar, habis sama saya,” katanya.

2. Terjadi di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat

Dari keterangan akun yang mengunggah video itu, diketahui jika aksi tak lazim yang dilakukan si bapak terjadi di Pasar Kemayoran, Jakarta Pusat.

3. Bikin Netizen Geram

Ulah si bapak tak pelak membuat para netizen geram. Banyak netizen yang memberikan kecaman lewat komentar.

4. Diduga Tak Waras atau Pengaruh Ilmu Hitam

Banyak netizen menduga jika si bapak dalam video itu tidak waras atau mengalami gangguan jiwa. Sebagian netizen lain menduga jika aksi si bapak dilakukan lantaran pengaruh ilmu hitam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini