Dua Calon Haji dari Surabaya Dipulangkan Gegara Pikun Akut

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Gara-gara teridentifikasi mengidap penyakit pikun berat alias demensia, dua Jemaah Calon Haji (JCH) asal Embarkasi Surabaya terpaksa dipulangkan dan batal mengikuti ibadah haji tahun ini.

Dua JCH tersebut adalah jemaah yang tergabung dalam kloter 14 asal Kabupaten Probolinggo, serta jemaah kloter 20 asal Kabupaten Malang.

Menurut Wakil Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya Acub Zaenal, kedua jemaah pria itu sudah berusia lanjut. Setelah diperiksa petugas, keduanya sempat dirujuk ke RSJ Menur untuk identifikasi lanjutan menentukan gradasi demensia yang mereka alami.

“Demensia ada gradasinya, ringan sedang atau berat. Nah, dua jemaah ini demensia berat,” kata Acub, Senin 15 Juli 2019.

Pertimbangan lainnya yang membatalkan dua jemaah itu ke Tanah Suci adalah mereka berangkat seorang diri tanpa pendamping sehingga dianggap tidak layak terbang. Pihak keluarga dari kedua JCH ini pun akhirnya menjemput dan membawa pulang ke daerahnya.

Selain menunda keberangkatan dua JCH demensia, PPIH Embarkasi Surabaya juga telah menunda keberangkatan dua wanita yang dinyatakan hamil dengan usia kehamilan dibawah 14 minggu.

Dua wanita hamil tersebut adalah Herlina Faisal Enek, kloter 7 asal Kabupaten Sumenep yang dinyatakan hamil 2 minggu, serta Pipit Handayani Lastro, kloter 18 asal Kabupaten Malang dengan usia kehamilan 6 minggu.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini