34 Tahun Menanti, 332 Jemaah Kulon Progo Akhirnya Terbang ke Tanah Suci

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Sebanyak 332 jemaah calon haji dari Kulon Progo dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, pada tanggal 21 Mei 2025.

Ratusan jemaah ini telah melalui proses pendaftaran dan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan Ibadah Haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo, Wahib Jamil, menyampaikan bahwa waktu tunggu bagi calon jemaah haji asal Kulon Progo tergolong sangat panjang.

“Saat ini masa tunggunya sudah mencapai 34 tahun,” ujar Wahib, Jumat 9 Mei 2025.

Panjangnya masa tunggu tersebut dipengaruhi oleh tingginya animo masyarakat.

Hingga kini, tercatat sekitar 10.200 warga Kulon Progo telah terdaftar sebagai calon jemaah haji.

Untuk memastikan pelayanan haji tetap optimal, Kankemenag Kulon Progo meluncurkan program Jempol Darmaji (Jemput Bola Pendaftaran Jemaah Haji).

Melalui program ini, petugas mendatangi langsung warga yang ingin mendaftar, terutama kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang tinggal jauh dari pusat kota Wates.

Selain itu, terdapat pula program pendampingan lain seperti Haji Siaga dan Haji Sinau Agama yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental para jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menilai tingginya jumlah pendaftar sebagai indikasi positif atas semangat keagamaan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Kulon Progo tengah berupaya menjadikan wilayahnya sebagai lokasi Embarkasi Haji.

“Dengan adanya embarkasi di Yogyakarta International Airport (YIA) yang berada di Kapanewon Temon, nantinya jemaah haji asal Kulon Progo tidak perlu lagi berangkat dari embarkasi yang jauh,” jelas Agung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini