Diundang Ibadah Haji oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, Atalia Praratya: Amal Jariah Eril

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Keluarga Ridwan Kamil mendapatkan undangan menunaikan Ibadah Haji dari pemerintah Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Atalia Praratya.

Atalia Praratya menyampaikan kabar bahagia di tengah dukanya saat tengah mendakan pengajian bersama yang diselenggarakan di Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat.

Dalam keterangannya, istri Ridwan Kamil tersebut mengungkapkan bahwa keluarganya diundang langsung oleh pemerintah Arab Saudi untuk menjalankan Ibadah Haji tahun ini.

“Allah maha kuasa atas segalanya Allah maha berkehendak Allah maha baik, Kang Emil dan saya Alhamdulillah tahun ini Insya Allah mohon didoakan kami diundang untuk melalukan ibadah haji dari pemerintah Arab Saudi,” tuturnya.

Tak hanya dirinya dan Ridwan Kamil, anak keduanya Camillia Laetitia Azzahra atau yang akrab disapa Zahra pun ikut diundang untuk menunaikan ibadah haji.

Atalia Praratya mengatakan bahwa semua ini merupakan hasil dari amal jariah dari anak sulungnya Emmeril Khan Mumtadz.

“Dan ternyata juga bapak dan ibu, aliran amal jariah Eril mengantarkan adiknya pun berangkat naik haji. Anak usia 17 tahun, tidak sepeserpun dia mengeluarkan uang dan tidak pernah berpikir menjadi seorang hajah di usia yang sangat kecil. Mungkin karena amal jariah dari kakaknya,” ungkapnya.

“Masya Allah. Yang bisa saya lalukan hanya sujud syukur. Saya tidak pernah berpikir bahwa mempunyai anak seperti Eril,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini