Alhamdulillah, Kuota Haji di Era Jokowi Bertambah Jadi 231 Ribu Orang

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar gembira datang dari hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi, Muhammad bin Salman. Pemerintah setempat akhirnya kembali menambah kuota jemaah haji asal Indonesia sebesar 10.000 orang.

Hal tersebut dibenarkan Wakil Menteri Luar Negeri M. Fachir saat dijumpai wartawan di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin 15 April 2019. “Iya, kita kan sudah dapat 10.000,” ujar Fachir.

Kesepakatan itu membuat kuota jemaah haji asal Indonesia dari 221.000 jemaah, bertambah menjadi 231.000 jemaah.

Dalam balutan jamuan santap malam bersama, Presiden yang bertandang ke Saudi juga dalam rangka umrah tersebut, membahas sejumlah hal bersama Putra Mahkota. Hal yang dibahas mulai dari mengenai investasi dan kerja sama ekonomi hingga penambahan kembali kuota haji.

“Untuk pengaturannya, nanti mungkin ada sendiri. Tapi yang penting, ini keputusan politik,” ujar Fachir.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Arab Saudi sangat menghargai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Indonesia dinilai beruntung memiliki pemimpin yang jelas dan maju,” kata Retno sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini