Nabi Muhammad SAW, Orang Pertama yang Keluarkan Zakat Fitrah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Membayar zakat sebelum Shalat Idul Fitri hukumnya wajib. Zakat fitrah wajib setahun sekali saat awal bulan Ramadan hingga batas sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Namun, Zakat Fitrah hanya wajib bagi orang-orang yang mampu. Artinya, orang yang wajib membayar zakat fitrah merupakan golongan yang mampu mencukupi kehidupannya.

Nabi Muhammad SAW adalah orang pertama yang menjalankan zakat fitrah. Nabi SAW memberi zakat setelah ia menerima perintah menunaikan zakat fitrah.

Awalnya, zakat fitrah tidak serta merta wajib di bulan Ramadan. Selama 13 tahun hidup di Mekah sebelum hijrah, Nabi Muhammad SAW telah 13 kali mengalami Ramadan. Namun, selama waktu itu belum ada kewajiban mengeluarkan zakat fitrah.

Saat Nabi SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabatnya, masih menyibukan diri dengan menjalankan usaha. Nabi SAW saat itu menyadari bahwa tak semua orang memiliki kemampuan yang cukup untuk bertahan hidup.

Barulah turun perintah dari Allah SWT setelah Nabi SAW menetap di Madinah selama 17 bulan. Turun ayat 183 – 184 surah Al-Baqarah, pada bulan Syakban tahun ke – 2 H.

“Hai orang – orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al – Baqarah : 183)

“(yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam keadaan perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari – hari lain. Dan wajib bagi orang – orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al – Baqarah : 184)

Ayat inilah yang menjadi dasar berpuasa di bulan Ramadan. Tak lama setelah itu, dalam bulan Ramadan tahun itu pula mulai wajib memberi zakat. Hal ini berdasarkan pada hadis,

Dari Ibn Abbas RA:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bari orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia.  Dan ucapan kasar serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum salat id maka zakatnya di terima, dan siapa yang menunaikannya setelah salat id maka hanya menjadi sedekah biasa.” (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni dan dishahihkan Al Albani)

Dari Ibnu Umar RA,

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan atas orang-orang sebesar 1 sha’ kurma, atau 1 sha’ gandum, wajib atas orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, dari kaum muslimin.” (HR. Muslim)

Zakat inilah yang kemudian populer dengan sebutan zakat fitrah.

Selanjutnya, penetapan perintah zakat harta (zakat mal) sebagai penambah zakat fitrah. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah ini juga turun pada tahun kedua hijriah.

Reporter : Adinda Catelina Fadjrin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini