Jelang Pemilu 2024 Begini Persiapan Bacaleg Pendatang Baru di Karawang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, para bakal calon legislatif (Bacaleg) pendatang baru mulai bermunculan di media sosial maupun baligo di jalan-jalan Karawang.

Bagaimanakah persiapannya, begini penjelasannya! Dalam tulisan ini, Mi News telah mewawancarai Bacaleg pendatang baru dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni Muhammad Syamsul Aimmah.

Muhammad Syamsul Aimmah (27) atau disapa Kang Syamsul ini baru mengikrarkan diri maju dalam kancah Pileg tahun 2024 nanti. Sementara, Nace Permana sudah sering mengikuti perhelatan Pemilu di periode-periode sebelumnya.

Kang Syamsul mengatakan motivasi dirinya untuk berkompetisi di Pileg nanti dorongan orang tua dan juga pribadi.

“awalnya atas dorongan orang tua, sih! Meski kini beliau adalah tokoh agama, tetapi sudah sejak 18 tahun lalu sudah terjun ke dunia politik. Tapi hari ini aku ingin melihat itu sebagai kesempatan aja, karena kupikir apa yang datang padaku tidak serta merta juga datang pada orang lain meski orang lain mungkin tidak menginginkannya,” kata Syamsul Bacaleg DPRD Dapil 2 (Rawamerta, Rengasdengklok, Kutawaluya, Cilebar dan Jayakerta) Karawang melalui telepon selular, Kamis (26/1/2023).

Adapun misinya menjadi anggota DPRD untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak perlu menutup diri kalau politik memberikan tiga hal yang menggiurkan, salah satunya adalah income atau pendapatan, dan tentunya tapi dalam setiap lini yang hanya dengan duduk di kursi DPRD aku bisa melakukannya, dan mampu hadir dan berdaya untuk masyarakat secara umum,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan tengah menyiapkan dari tingkat kecamatan dan desa.

“Sebenarnya belum ada strategi apa-apa yang disiapkan, hanya mengumpulkan koordinator kecamatan dan desa. Selebihnya aku hanya menjalani hidup seperti biasa,”terangnya.

Selain itu, ia juga mengakui telah membuat beberapa alat kampanye seperti poster kampanye yang menarik dan khas.

“Seperti yang kemarin aku lakukan, misalnya, aku lebih suka menggunakan kalimat, boeng ajo boeng! ketimbang mohon doa dan restunya, juga nanti desain kalender, spanduk dan stiker tidak gitu-gitu aja pasti akan lebih keren,” tandasnya.

Reporter: Yuda Febrian Silitonga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini