Pelaksanaan PSU di Berbagai Wilayah Berjalan Kondusif

Baca Juga

JAKARTA – Beberapa pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah daerah di Indonesia berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Fakta ini mencerminkan kematangan demokrasi serta sinergi kuat antar-lembaga penyelenggara pemilu dan aparat keamanan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Taufik Hidayat, SH., MH., mengapresiasi jalannya PSU yang berlangsung tanpa hambatan. Kabupaten Tasikmalaya tercatat dalam perkara nomor 132/PHPU.BUP-XXIII/2025 di Mahkamah Konstitusi, dengan 2.847 TPS dan 1.418.928 DPT.

“Pelaksanaan PSU di Kabupaten Tasikmalaya berjalan aman, lancar, dan kondusif. Saat ini proses penghitungan suara di TPS sedang berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma mengintensifkan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikan pelaksanaan PSU yang tertib dan damai.

“Kami mendukung penuh Bawaslu agar PSU berjalan aman dan demokratis,” katanya dalam kunjungan ke kantor Bawaslu Palopo. Ketua Bawaslu Palopo, Khaerana, menyambut baik sinergi tersebut dan menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor guna mencegah potensi konflik.

Di Kalimantan Timur, PSU di wilayah Muara Badak dan Marangkayu, Kutai Kartanegara, juga berlangsung sukses. Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Seluruh rangkaian kegiatan mulai pemungutan suara hingga distribusi logistik berjalan aman dan lancar,” ungkapnya. Keberhasilan ini diperkuat dengan pengawalan ketat logistik pemilu dan apel pengembalian BKO Brimob sebagai simbol rampungnya tahapan pengamanan.

Di sisi lain, pasca-PSU, suasana rekonsiliasi mulai mengemuka. Salah satu tokoh, Awang Yacoub Luthman, menyerukan semua pihak untuk mengakhiri persaingan dan mengedepankan sinergi demi keadilan dan kesejahteraan rakyat Kukar.

“Akhiri kompetisi, bangun sinergi, buat rekonsiliasi,” serunya.

Di Jawa Tengah, Ketua Bawaslu Provinsi, Muhammad Amin mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Pilgub 2024, termasuk PSU di Kabupaten Pemalang dan Karanganyar, berjalan dengan baik meskipun tetap ditemukan beberapa pelanggaran.

“Sebanyak 118 dugaan pelanggaran berhasil ditangani berkat pengawasan partisipatif dari masyarakat,” ucapnya. Langkah pengembangan desa pengawasan dan desa anti-politik uang pun terus didorong untuk memperkuat integritas pemilu ke depan.

Sementara itu, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengungkapkan, partisipasi aktif masyarakat menunjukkan semangat demokrasi yang semakin kuat. Proses rekapitulasi suara di Gorontalo Utara bahkan telah selesai hingga tingkat kabupaten/kota melalui aplikasi Sirekap.

“Capaian positif di Gorontalo Utara, yang menjadi daerah dengan tingkat partisipasi tertinggi dalam PSU kali ini, yakni 80,11 persen,” katanya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan PSU di berbagai wilayah membuktikan bahwa demokrasi Indonesia semakin matang. Keberhasilan ini menjadi modal berharga untuk menyongsong gelaran pemilu mendatang dengan semangat partisipasi, integritas, dan persatuan yang lebih kuat. [^]

[edRW]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini