Zidane Digadang-gadang Jadi Pelatih Prancis Selanjutnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Zinedine Zidane dijagokan oleh Didier Deschamps sebagai suksesornya di kursi kepelatihan timnas Prancis pada masa yang akan datang.

Saat ini, timnas Prancis tengah dalam performa terbaiknya, usai menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Pemain-pemain bintang banyak bermunculan dari tim Ayam Jantan, seperti Mbappe dan Griezmann.

Deschamps menyadari tak selamanya ia menjadi arsitek tim tersebut. Maka ia menyebut nama Zidane agar suatu hari mau menukangi timnas Prancis dan melanjutkan kejayaan negaranya di pentas sepak bola dunia.

“Mungkin Zizou. Ketika Anda menjadi pelatih, tak ada batas usia. Itu yang membuat Anda tahan lama,” kata Deschamps, Jumat 20 Desember 2019.

Deschamps tidak bisa memastikan kapan itu terjadi. Menurut Deschamps, usia tidak lagi menjadi hal terpenting di profesi ini.

Keduanya mewakili generasi yang sama, baik sebagai pemain maupun pelatih. Setelah bergelimang gelar sebagai pemain, Deschamps mulai mengukir catatan manis di level pelatih.

Hal serupa terjadi pada Zidane. Kendati belum pernah menangani timnas, Zizou punya catatan mentereng saat membawa Real Madrid menjadi Raja Eropa, tiga musim beruntun.

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini