Wow! Pencukur Janggut Jason Momoa Dilelang untuk Amal, Ada yang Minat?

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Selama ini Jason Momoa cukup terkenal sebagai seorang aktor yang sering mengkampanyekan kepeduliannya terhadap lingkungan, seperti saat video viralnya mencukur habis janggutnya untuk memberi pemahaman soal plastik sekali pakai.

Nah, kini alat yang dipakai mencukur janggut ikonik pemeran utama Aquaman tersebut akan dilelang. Tidak sembarang lelang, hasilnya nanti akan dipakai untuk kegiatan amal dengan disumbangkan ke badan amal lingkungan nirlaba global, The Nature Conservacy.

Mengutip Men’s Health, Momoa sengaja melelang pencukur tersebut untuk menunjukkan komitmennya pada keberlanjutan lingkungan dengan menciptakan donasi yang lebih besar.

Alat pencukur itu kini dilelang via Braun dengan nilai mencapai 10 ribu dolar AS. Pelelangan itu menyasar pada para penggemar Momoa agar ikut berkontribusi untuk lingkungan.

Pemeran Khal Drogo dalam serial Game of Thrones ini dianggap telah memberi contoh yang baik pada generasi muda, dengan kampanye amal dan kegiatan-kegiatan positifnya.

“Saya Aquaman ingin menyelamatkan planet ini dari plastik sekali pakai,” kata Momoa.

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini