WNI Korban Penipuan di Kamboja Lebih dari 60 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Warga negara Indonesia (WNI) korban penipuan di Kamboja ternyata lebih dari 60 orang.

Saat ini, pemerintah sudah berhasil menyelamatkan 62 Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban penipuan di Sihanoukville, Kamboja, akhir pekan lalu.

Namun, sejumlah pekerja migran diketahui masih bekerja di sana sehingga keluarganya berharap Pemerintah juga membebaskan mereka.

Seorang istri korban yang berinisial I mengatakan berharap penjemputan terhadap sang suami dan sepupunya bisa dilakukan segera.

Mereka semua tertekan karena sistem kerja yang mengharuskan mereka mencapai target setiap harinya.

“Saya berharap dan memohon untuk segera menjemput suami saya, sepupu dan teman-temannya. Karena, di sana tersiksa dan selalu ditekan untuk mencari omzet,” kata I dalam konferensi pers secara daring yang digelar Migrant CARE, Senin 1 Agustus 2022.

Mereka pada umumnya dijanjikan gaji luar biasa, hasilnya nol.

Jika tidak mencapai target mereka dipukul, disetrum, bahkan ada yang sampai paspornya dibakar karena tidak membayar denda.

Pada 2021 Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh telah berhasil menangani dan memulangkan 119 WNI korban investasi palsu.

Namun pada 2022 kasus serupa justru semakin meningkat di mana hingga Juli 2022, tercatat terdapat 298 WNI menjadi korban. Baru 133 di antaranya yang berhasil dipulangkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini