WNA di Jakarta Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memvaksinasi Covid-19 warga negara asing (WNA) yang menjadi ekspatriat di ibu kota melalui program Vaksinasi Gotong Royong.

Selasa 24 Agustus 2021 siang bertempat di Balai Kota, satu per satu bule yang bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta itu mendapat Vakin Sinopharm.

Seperti dilansir Antaranews, warga Korea Selatan, Isaac Kim yang menjadi penerima vaksin itu mengaku puas dengan layanan vaksinasi tersebut.

“Saya ada komunitas Korea di Jakarta dan tertarik untuk vaksinasi. Rasanya divaksin biasa saja,” kata Isaac.

Sementara Katy, warga Belarus yang mengantar ibunya untuk divaksin mengaku layanannya bagus dan terorganisir dengan baik. Dia mengucapkan terimakasih mendapat vaksin tersebut.

Vaksin kedua untuk WNA tersebut akan diadakan kembali pada minggu pertama September 2021. Mereka yang mendapat vaksin para pemegang kartu izin tinggal tetap (Kitap).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini