WHO: Setiap 40 Detik, Satu Orang Meninggal Karena Bunuh Diri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan fakta yang mengejutkan. Terungkap bahwa setiap 40 detik, satu orang meninggal karena bunuh diri.

Data dari WHO menyebut gantung diri, meracuni diri, dan menembak diri sendiri adalah metode yang paling banyak dilakukan. Untuk itu WHO mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk segera mengadopsi pencegahan bunuh diri untuk membantu setiap orang mengatasi stress dan mengurangi akses ke sarana bunuh diri.

Tercatat 800.000 orang meninggal karena bunuh diri di seluruh dunia tiap tahunnya. Di Amerika Serikat, Kementerian Kesehatan mendesak agar mengambil langkah untuk membatasi pembelian senjata.

Mengutip Daily Mail, berdasarkan laporan WHO, bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat global. Semua usia, jenis kelamin dan wilayah di dunia terkena dampaknya dan setiap kematian, meski hanya satu orang, itu sudah sangat banyak.

Laporan WHO juga menunjukkan pria lebih cenderung memiliki keinginan bunuh diri daripada wanita. Dan biasanya dilakukan oleh para remaja diusia 15-29 tahun. Orang yang meninggal karena bunuh diri tercatat lebih banyak dari korban malaria, kanker payudara, atau korban perang.

“Bunuh diri bisa dicegah. Kami menyerukan semua negara untuk memasukkan strategi pencegahan bunuh diri ke dalam program kesehatan dan pendidikan nasional,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

 

 

 

 

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini