Warga Yogya yang Terinfeksi Covid-19 Diisolasi di Hutan

Baca Juga

MATA INDONESIA, GUNUNG KIDUL – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggunakan hutan penelitian Wanagama untuk mengisolasi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Harapannya mereka lebih cepat sembuh karena lingkungannya relatif jauh dari permukiman penduduk.

“Di sini isolasi bisa maksimal karena tidak berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan lingkungannya lebih sehat. Mudah-mudahan dengan isolasi mandiri bisa cepat sembuh karena kondisinya mendukung,” ujar Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Budiadi di Yogyakarta, Jumat 30 Juli 2021.

Fakultas Kehutanan UGM adalah pengelola Wanagama yang menjadi tempat penelitian mahasiswanya sehari.

Namun, karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) semakin diperketat protokol kesehatan.

Saat ini, Wanagama menyediakan 51 tempat tidur, kamar tidur, kamar khusus untuk kejadian gawat darurat.

Shelter itu juga memiliki ruang gawat darurat dan ruangan khusus bagi tenaga kesehatan yang kelelahan setelah menangani pasien Covid19 seharian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini