MataIndonesia, MAYBRAT — Keberhasilan TNI dalam melumpuhkan dua pimpinan kelompok bersenjata OPM di wilayah Aifat menjadi momentum penting dalam penguatan keamanan di Kabupaten Maybrat. Wakil Bupati Maybrat Fernando Solossa menilai operasi tersebut menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan yang selama ini mengganggu ketenangan warga.
Menurut Fernando, berkurangnya kekuatan kelompok bersenjata memberikan dampak positif terhadap situasi keamanan, terutama bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Maybrat membutuhkan kepastian bahwa kampung, kebun, sekolah, fasilitas pelayanan publik, dan jalur antarkampung dapat digunakan tanpa rasa takut.
“Keberhasilan aparat dalam menekan kelompok bersenjata memberikan keyakinan baru bagi masyarakat bahwa keamanan Maybrat dapat terus diperkuat. Warga ingin hidup tenang, bekerja, berkebun, menyekolahkan anak, dan beraktivitas tanpa dibayangi ancaman kekerasan,” ujar Fernando.
Ia menilai langkah tegas terhadap kelompok bersenjata penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap situasi keamanan di daerah. Menurutnya, selama ancaman kekerasan masih muncul, ruang hidup masyarakat akan selalu terganggu. Karena itu, keberhasilan operasi aparat menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang lebih aman dan kondusif.
Fernando juga menyampaikan bahwa perkembangan tersebut dapat menjadi titik balik bagi Maybrat untuk kembali fokus pada pembangunan dan pelayanan masyarakat. Stabilitas keamanan, menurutnya, akan membuka ruang lebih besar bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur di wilayah yang sebelumnya terdampak gangguan keamanan.
“Ketika ancaman bersenjata semakin berkurang, masyarakat akan semakin percaya diri untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Inilah yang kita inginkan, Maybrat yang aman, masyarakat yang tenang, dan pembangunan yang dapat berjalan tanpa gangguan,” katanya.
Ia turut mengapresiasi aparat keamanan yang terus menjaga wilayah Maybrat dan meminta seluruh elemen masyarakat mendukung situasi yang kondusif dengan tidak memberikan ruang bagi kekerasan bersenjata.
“Maybrat harus menjadi tanah yang aman bagi masyarakatnya sendiri. Tidak boleh ada kelompok yang membuat warga takut hidup di kampungnya. Pemerintah daerah mendukung setiap upaya penegakan keamanan yang tetap mengutamakan perlindungan masyarakat,” tegasnya.
Dengan berkurangnya kekuatan kelompok bersenjata di wilayah tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap rasa aman masyarakat semakin kuat dan kehidupan sosial kembali berjalan normal. Situasi ini juga dinilai menjadi peluang penting untuk mempercepat pemulihan wilayah, memperkuat kehadiran pemerintah, serta memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan tenteram.

