Terobosan Smart City Tangsel One: Dari Loker hingga Harga Pasar dalam Satu Genggaman

Baca Juga

TANGERANG SELATAN, Minews — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggenjot akselerasi transformasi digital lewat pembaruan aplikasi terpadu Tangsel One. Melalui integrasi anyar ini, warga kini dapat mengakses berbagai kebutuhan esensial—mulai dari informasi lowongan pekerjaan hingga pemantauan harga pasar—hanya melalui satu platform.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menyatakan bahwa pengembangan lanjutan ini dihadirkan untuk menjawab dinamika kebutuhan warga yang kian menuntut kepraktisan.

“Sejak diluncurkan, kita terus melakukan pengembangan terhadap platform Tangsel One. Saat ini sudah banyak layanan dan informasi publik yang kita integrasikan, termasuk informasi lowongan kerja melalui Portal Kerja dan informasi harga pasar di Kota Tangerang Selatan,” ujar Asep di Tangerang Selatan, Senin, 5 Oktober 2026.

Kehadiran fitur baru ini diklaim menjadi jawaban atas dua persoalan krusial yang kerap dihadapi warga: kesempatan kerja dan stabilitas biaya hidup.
Melalui kolaborasi dengan Portal Kerja Pemkot Tangsel, pencari kerja kini tidak perlu lagi menjelajahi berbagai situs eksternal. Seluruh informasi lowongan pekerjaan yang dikurasi langsung terpusat di Tangsel One.

“Jadi kalau masyarakat ingin mencari informasi lowongan kerja, sekarang sudah bisa akses melalui Tangsel One karena sudah kita integrasikan dengan Portal Kerja,” kata Asep.

Selain lapangan kerja, transparansi harga bahan pokok di pasar tradisional Tangsel turut dimasukkan ke dalam sistem. Fitur ini dirancang untuk membantu warga—terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga—dalam merencanakan anggaran di tengah fluktuasi harga pangan.
“Kalau mau tahu harga pasar terkini juga bisa diakses dengan platform Tangsel One ini. Jadi lengkap dan makin praktis, kita satu platform aja,” tegasnya.

Selain kebutuhan harian, Tangsel One juga berfungsi sebagai pusat layanan birokrasi untuk memangkas kerumitan administrasi. Di sektor perizinan, aplikasi ini telah terhubung penuh dengan Sistem Layanan Perizinan Online (SIMPONIE).
Asep merinci, platform tersebut kini mengakomodasi 73 jenis layanan perizinan, mulai dari izin usaha hingga dokumen legalitas penunjang. Selain itu, aplikasi ini merangkum kanal pengaduan masyarakat, informasi sarana prasarana, direktori tempat hiburan, hingga produk hukum daerah.

“Untuk layanan perizinan, Tangsel One saat ini sudah mengakomodasi 73 jenis layanan perizinan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Jadi masyarakat kita bisa mendapatkan akses yang lebih mudah, cukup dengan satu platform ini,” paparnya.

Tantangan Adopsi di Tengah Skala Kota
Meski Pemkot Tangsel mengklaim pembaruan ini mendongkrak kemudahan akses, tantangan terbesar dari aplikasi layanan publik (super-app pemerintah daerah) terletak pada tingkat adopsi massal. Berdasarkan data Dinas Kominfo Tangsel per Oktober 2026, tercatat baru ada 2.237 warga yang aktif memanfaatkan ekosistem digital ini.

Dengan jumlah penduduk Tangerang Selatan yang melampaui 1,3 juta jiwa, angka adopsi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan rumah Pemkot belum selesai. Sosialisasi yang masif dan konsisten masih menjadi kunci agar platform ini benar-benar menjadi rujukan utama warga, bukan sekadar pelengkap administratif.

Menanggapi hal tersebut, Asep memastikan pihaknya akan terus memperluas fitur dan menggencarkan integrasi layanan publik secara berkala demi mewujudkan tata kota cerdas (smart city) yang inklusif.
“Kita pastikan akan terus mengembangkan platform ini supaya makin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita integrasikan dengan berbagai pelayanan publik agar mempermudah akses warga. Ini juga menjadi bagian dari transformasi digital Kota Tangerang Selatan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Nikel Jadikan Perdagangan Indonesia Lebih Strategis dalam Industri Global

Oleh: Yusuf Rinaldi)*Perubahan posisi Indonesia dalam industri nikel global menunjukkan bahwa hilirisasi mulai menggeser pola perdagangan sumber daya alam...
- Advertisement -

Baca berita yang ini