Waduh! Banjir Jakarta Sebabkan Industri Ritel Merugi hingga Rp 1 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banjir yang melanda Jakarta pada Selasa 25 Februari 2020 turut memberikan dampak buruk bagi industri ritel Jabodetabek. Menurut perkiraan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), kerugian yang diderita para pengusaha mencapai Rp 1 miliar.

Ketua Aprindo Roy Mandey mengatakan, potensi kerugian tersebut berasal dari penutupan 50 toko ritel yang terpapar banjir kemarin.

“Kami perhitungkan misalnya, 50 toko itu satu hari dikalikan omzet Rp 20 juta per toko lebih kurang Rp 1 miliar,” katanya, kemarin.

Bahkan kata Roy, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah. Pasalnya, kerugian tersebut baru diambil dari data toko ritel dalam golongan minimarket.

Ia mengaku belum memperhitungkan kerugian yang dialami toko ritel dalam golongan supermarket, hypermarket, department store, ataupun penyewa toko lainnya yang ada di mall.

“Hingga saat ini, kami memang belum mendapatkan informasi dari seluruh anggota. Menurutnya, para pebisnis ritel masih sibuk melakukan evakuasi di toko masing-masing,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan banjir pada 2015 lalu, Roy memperhitungkan banjir di tahun ini akan memiliki dampak yang lebih besar pada bisnis ritel di Jabodetabek.

“Saya belum bisa menghitung secara total ya. Tetapi rasa-rasanya ini bisa jadi yg lebih besar lah dampaknya dari 2015,” ujarnya.

Seperti diketahui, banjir kemarin menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta pada Selasa. Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut banjir telah merendam 40 ruas jalan dan underpass di Jakarta.

Sementara BPBD DKI Jakarta mencatat, sekitar 294 RW atau 10,34 persen dari seluruh RW di Jakarta terdampak banjir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini