Varian Omicron yang Dibawa para Pelaku Perjalanan Luar Negeri Tak Sebabkan Gejala Berat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus infeksi varian Omicron yang dibawa pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Indonesia umumnya tak bergejala atau gejala ringan.

Menurut epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, hal itu karena vaksinasi covid-19 yang mampu menekan risiko alami Covid-19 yang berat.

“Itu gunanya vaksinasi,” ujar Pandu Riono, Senin 27 Desember 2021.

Selama ini indikasi kondisi darurat Covid-19 jika terjadi lonjakan kasus dengan gejala sakit berat atau meningkatnya angka hospitalisasi berkat penyakit tersebut.

Dalam 10 hari terakhir sudah tercatat 46 kasus omicron di Indonesia yang semuanya sudah dikarantina kecuali satu yang sempat mendapat dispensasi dari Dinkes DKI Jakarta setelah mengantongi tes PCR pembanding dengan hasil negatif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan menghadapi lonjakan kasus tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG: Perang Serius Melawan Stunting

Oleh: Bara Winatha*) Upaya meningkatkan kualitas gizi anak menjadi bagian penting dari pembangunan manusiadi Indonesia, dan pendekatan yang semakin komprehensif kini diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhangizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai strategi nasional untuk mendorong lahirnyagenerasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penyediaan makanan bergizi secaraterstruktur di lingkungan sekolah, MBG membantu memastikan anak-anak memperolehasupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuanbelajar yang optimal. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana mengatakan bahwa program MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini