Vaksinasi Saat Amukan Varian Delta Dicurigai Bentuk Super Immunity Masyarakat Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hasil penelitian atau survei seroprevalensi masyarakat Indonesia telah selesai dan kini sedang analisis para ahli. Namun, dugaan sementara mengungkapkan titer antibodi masyarakat Indonesia tergolong tinggi sehingga terciptalah super immunity.

Dugaan sementara pembentukan super immunity tersebut akibat banyaknya orang terinfeksi varian delta yang mendapat vaksin.

Kombinasi keduanya dicurigai sebagai modal terbentuknya super immunity di masyarakat Indonesia.

“Jadi memang hasilnya (seroprevalensi) belum keluar resmi karena memang datanya belum selesai dianalisis. Tapi, dari data yang ada terlihat bahwa titer antibodi yang sudah terbentuk cukup tinggi di tengah masyarakat,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tamizi yang dikutip Jumat 31 Desember 2021.

Jika super immunity yang terjadi memang menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia.

Namun, hal tersebut bisa menjadi bumerang dan membuat masyarakat lengah sehingga mengabaikan protokol kesehatan yang berpeluang menginfeksi mereka tanpa vaksin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini