Vaksin Sinovac Mulai Diakui Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di tengah lonjakan   yang melanda Indonesia sekarang banyak menuding Vaksin Sinovac yang sudah puluhan juta dosis disuntikkan kepada masyarakat, tidak ampuh. Namun, hal itu dibantah pakar bioteknologi, Bimo Ario Tejo.

“Buat yg buru2 pingin ke Eropa gak usah minta vaksin ulang pake AZ. Eropa pelan2 mulai mengakui vaksin Sinovac kok. Lagian mau disuntik pake 7 merek vaksin sekalipun tapi kalo covid masih mengganas di Indonesia tetap aja kita dibatasi untuk masuk ke Eropa,” ujar Bimo dalam pesan yang dilihat Mata Indonesia News, Senin 21 Juni 2021.

Saat ini, ada enam negara di Eropa yang menerima orang negara lain asal sudah divaksin oleh Sinovac.

Keenamnya adalah Austria, Bulgaria, Siprus, Yunani, Islandia dan Spanyol.

Jika sekarang baru enam negara, Bimo sangat yakin negara-negara Eropa lainnya perlahan tapi pasti akan mengakui juga.

Maka, fokus Indonesia sekarang adalah memulihkan kondisi pandemi di negara kita dengan memberi kesempatan yang belum divaksin segera mendapat suntikan segera.

Sedangkan, merekan yang sudah divaksin tetap harus patuh berdisiplin dengan protokol kesehatan (Prokes).

Menurut Bimo, kalo kita pulih bersama-sama, niscaya negara lain juga akan membuka pintunya untuk warga Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini