Upaya Percobaan Pembunuhan, Drone Serang Rumah PM Irak dengan Roket

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebuah pesawat nirawak atau drone meluncurkan sebuah roket ke rumah Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Khadimi. Aksi tersebut dinilai sebagai serangan tersebut sebagai percobaan pembunuhan.

Saat serangan terjadi. Khadimi tidak mengalami luka. Dia dalam keadaan sehat, kata militer.

Kadhimi mengumumkan kejadian ini melalui akun Twitternya tak lama setelah serangan terjadi. Dia mengaku kondisinya baik-baik saja dan menyerukan warga untuk tetap tenang.

“Roket dari para pengkhianat tidak membuat gentar mereka yang beriman. Kegigihan dan tekad heroik pasukan keamanan tidak akan tumbang demi membela keamanan rakyat, menegakkan keadilan dan hukum,” katanya melansir laman Al Arabiya, Minggu 7 November 2021.

“Saya baik-baik saja, alhamdulillah/ Saya minta rakyat tenang dan menahan diri, demi Irak,” kata dia.

Sejauh ini tidak ada pihak mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Koresponden Al Arabiya di Ibu Kota Baghdad melaporkan terjadi baku tembak di dekat Zona Hijau, kawasan rumah Khadimi yang berdekatan dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan kantor diplomatik lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini