Tujuh Kantung Jenazah Sudah Diterima, Keluarga Korban Sriwijaya Air Diminta ke RS Polri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tujuh kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sudah diterima Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Identifikasi jenazah akan dilakukan Senin 11 Januari 2021, keluarga korban diharap kedatangannya.

Hal itu diungkapkan Karopenmas Polri, Birjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri Jakarta, Minggu 10 Januari 2021.

“Kami mohon keluarga korban membantu Tim DVI melaksanakan tugasnya dengan memberi data ke Tim DVI bisa berbentuk ijazah, kartu keluarga dan lain-lain,” ujar Rusdi di RS Polri.

Mereka yang berasal dari luar kota, menurut Rusdi bisa menghubungi kepolisian terdekat agar bisa dihubungkan dengan Tim DVI di RS Polri.

Tujuh kantung jenazah tersebut disebut terdiri dari beberapa potongan tubuh manusia yang diduga korban pesawat Sriwijaya Air itu.

Untuk melakukan identifikasi jenazah korban, saat ini RS Polri didukung 306 personel yang terdiri dari personel Polri, TNI, Kemenkes dan anggota Ikatan Dokter Ahli Forensik Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini