Tol Cisumdawu Dikebut Beroperasi Desember, Bandung-Kertajati Cuma 1 Jam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja keras menyelesaikan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) agar bisa beroperasi Desember 2022 sehingga akses ke Bandara Kertajati bisa semakin cepat, termasuk ke Pelabuhan Patimban maupun pengembangan ekonomi kawasan Pantura Jawa Barat.

“Insya Allah kami upayakan sekuat tenaga agar Seksi 2 hingga 4 bisa beroperasi selambatnya akhir tahun ini,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Selasa 27 September 2022.

Beroperasinya Tol Cisumdawu, waktu tempuh Bandung-Bandara Kertajati hanya sekitar satu jam saja karena jaraknya lebih pendek 100 kilometer.

Sementara tanpa tol tersebut jarak kedua tempat tersebut sekitar 160 kilometer-180 kilometer yang harus ditempuh lebih dari dua jam.

Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Total biaya konstruksinya mencapai Rp 5,5 triliun.

Seksi 1-2 dikerjakan pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Sedangkan, Seksi 3-6 dikerjakan PT Citra Karya Jabar Tol, anak usaha PT Citra Marga Nusaphala Persada.

Seksi 1 dari Cileunyi sampai Pamulihan sepanjang 11,45 kilometer telah beroperasi sejak Januari 2022.

Adapun progres pembangunan Seksi 2 dari Pamulihan ke Sumedang sepanjang 17,05 kilometer sudah 94,7 persen.

Sementara, konstruksi Seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 kilometer telah rampung 100 persen.

Pembangunan Seksi 4 dari Cimalaka hingga Legok sepanjang 8,20 kilometer terbagi atas dua bagian.

Penyelesaian konstruksi Seksi 4A kini sudah mencapai 87,93 persen. Sedangkan Seksi 4B baru sebesar 58 persen.

Capaian konstruksi Seksi 5 Legok-Ujungjaya sepanjang 14,9 kilometer terbagi atas Seksi 5A 60,9 persen dan Seksi 5B 63 persen.

Terakhir, progres untuk Seksi 6 Ujungjaya-Dawuan terdiri dari Seksi 6A 98,2 persen dan Seksi 6B 100 persen.

Salah satu tantangan dalam pembangunan Jalan Tol Cisumdawu Seksi 2 sampai 5 adalah penanganan lereng dengan kerawanan longsor tinggi.

Saat ini telah dilakukan penggalian tanah (regrading), penguatan lereng, sumuran dengan sistem pompa, serta penambahan lahan agar lereng menjadi lebih landai.

Menteri PUPR mengatakan pada titik-titik tertentu di jalan tol tersebut akan dibangun sejumlah parking bay agar pengendara bisa menikmati pemandangan indah Gunung Tampomas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hujan Deras masih jadi Ancaman di DIY, BPBD Perpanjang Masa Siaga Darurat Bencana

Mata Indonesia, Yogyakarta - BPBD DIY telah memutuskan untuk memperpanjang masa siaga darurat bencana dari tanggal 1 Maret - 31 April 2024. Sebelumnya, masa siaga darurat bencana berlangsung dari tanggal 20 Desember 2023 hingga 29 Februari 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini