Tokoh Pendeta Papua Temui Presiden Jokowi Beri Masukan untuk Bangsa Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tokoh pendeta Papua yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertemu Presiden Jokowi untuk memberi masukan yang sangat berarti bagi Bangsa Indonesia.

Hal itu diungkapkan, Pendeta Papua bernama Lipiyus Biniluk usai menemui Presiden Jokowi, Senin 19 September 2022.

“Saya seperti ini tetapi memberikan masukan kepada pemimpin negara itu kewajiban sebagai pendeta,” kata Lipiyus, Senin 19 September 2022.

Seperti dilansir Antaranews, sang pendeta mengaku telah mengambil sikap yang sangat luar biasa untuk bangsa Indonesia dan Papua.

Namun, Pendeta Lipiyus tidak mau mengungkapkannya kepada publik hal-hal yang menjadi topik pembicaraan dengan Presiden.

Pendeta Lipiyus hanya mengaku juga membawa kepentingan pribadinya namun tetap berkaitan dengan masalah Bangsa Indonesia.

Pak Pendeta itu bukan baru kali ini saja memberi masukan kepada Presiden Jokowi, salah satunya penyelesaian konflik Tolikara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini