TNI Kebut Tuntaskan Program Vaksinasi di Jatim pada Agustus 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut berpartisipasi membantu pemerintah untuk melancarkan program vaksinasi covid-19. Partisipasi itu dilakukan lewat program ‘Serbuan Vaksin’ untuk mempercepat target herd immunity atau kekebalan komunitas.

Untuk wilayah Jawa Timur (Jatim), TNI akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian setempat untuk menuntaskan vaksinasi dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi.

“Pelaksanaan vaksinasi di seluruh wilayah Jawa Timur ditargetkan tuntas pada Agustus 2021 mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa 20 Juli 2021.

Menurut Iman, program ini akan digencarkan secara masif dan merata di wilayah Jawa Timur (Jatim) hingga ke pemukiman padat penduduk dan desa-desa. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan ribuan dosis vaksin bagi warga Jawa Timur dan akan terus bertambah sesuai dengan ketersediaan vaksin.

“Hingga saat ini Jatim menjadi wilayah dengan tingkat vaksinasi tertinggi, yakni mencapai 6,6 juta dosis,” katanya.

Selain program Serbuan Vaksin, menurutnya Kodam V/Brawijaya juga membangun RS lapangan di RST dr Soepraoen untuk membantu RS umum yang telah kewalahan menampung pasien covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini