Tiga Nama Ini Akan Bertarung di Pilpres 2024

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski baru berlangsung tiga tahun lagi, namun politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Edy Suparno sangat yakin hanya tiga nama tokoh politik yang akan mengikuti pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Dia tidak yakin ada calon baru yang tiba-tiba muncul menjelang 2024 untuk mengikuti Pilpres.

“Kansnya agak relatif kecil,” ujar Eddy dalam sebuah diskusi publik, Sabtu 8 mei 2021.

Kecuali jika ada peristiwa besar luar biasa yang membuat sebuah nama menjadi dikenal luas oleh publik serta menjadi dominan.

Alasan Edy mengajukan tiga nama tersebut karena selalu muncul dalam survei-survei kandidat Presiden 2024 yang sering muncul belakangan.

Namun, nama Anies Baswedan masih memiliki elektabilitas yang tidak stabil dalam berbagai survei. Survei yang muncul belakangan nama Gubernur DKI Jakarta tersebut masih kalah dari pasangannya di Pilgub 2017 Sandiaga Uno.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini