Pengamat: KPK Harus Diisi Pegawai Tegak Lurus NKRI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polemik tes wawasan kebangsaan KPK masih berlanjut. Pimpinan KPK sudah menyatakan bahwa 75 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan masih bekerja di KPK. Pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai bahwa KPK harus diisi orang-orang yang ideologinya tegak lurus pada NKRI.

“KPK sebagai sebuah lembaga yang dibiayai APBN jangan sampai tersusupi oleh individu yang mempunyai agenda pribadi maupun agenda kelompok,” kata Ridlwan, Sabtu 8 Mei 2021.

Ridlwan menjelaskan bahwa BIN, BAIS, BNPT dan Pusat Intelijen TNI AD terlibat dalam tes wawasan kebangsaan itu.

“Parameter yang digunakan pasti sudah teruji, institusi intelijen punya metode baku yang valid puluhan tahun,” kata alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI ini.

Mekanisme tes sebagai syarat alih status ASN juga sudah sesuai dengan Undang-Undang KPK. Ridlwan menilai jika ada yang protes karena tidak lolos maka kepribadiannya semakin terlihat.

“Kalau ada yang protes karena tidak lolos, semakin menunjukkan kepribadian aslinya,” kata Ridlwan.

Ia juga mengkritik adanya pembocoran materi tes ke media. Hal ini bisa berpotensi membahayakan KPK ke depannya.

“Lantas kalau mereka jadi pegawai KPK, apa jaminannya mereka tidak membocorkan ke luar materi penyidikan? Bahaya sekali,” kata Ridlwan.

Maka, Ridlwan berharap Dewan Pengawas KPK segera melakukan pemeriksaan terhadap pegawai yang membocorkan materi tes ke media massa. Ia juga menekankan supaya pemeriksaan itu wajib diumumkan ke publik.

“Hasil pemeriksaan itu juga wajib diumumkan ke publik nama-namanya, supaya masyarakat jadi tahu siapa di KPK yang punya agenda pribadi,” kata Ridlwan.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini