Thailand Open: Kejutan, Praveen/Melati Gugur di Babak Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Kejutan terjadi di babak pertama Toyota Thailand Open 2021 Super 1000. Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak pertama.

Berlaga di Impaact Arena, Rabu 20 Januari 2021, Praveen/Melati disingkirkan pasangan asal Prancis, Tom Gicquel/Delphine Delrue, 21-1, 9-21, dan 13-21 dalam waktu 52 menit.

Hasil ini tentu mengejutkan, karena pekan lalu di Yonex Thailand Open 2021 Super 1000, Praveen/Melati menjadi runner-up.

“Kami sedih dengan hasil hari ini. Mereka bermain sangat bagus. Kami harus bisa tampil lebih baik lagi,” kata Praveen.

“Di gim kedua, pasangan asal Prancis tampil sangat bagus dengan strategi mereka dan mereka membuat kami terus tertekan,” tambahnya.

Di pertandingan lain, ganda putri Siti Fadia Silva Ramadanti/Ribka Sugiarto juga tersisih di babak pertama. Mereka dikalahkan pasangan asal Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, 11-21 dan 10-21.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini