Tertarik Mercy Gullwing Warisan BJ Habibie? Harganya Bikin Geleng-Geleng Kepala

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Hal yang menarik perhatian pecinta otomotif saat BJ Habibie meninggal dunia adalah koleksi mobil langkanya yaitu Mercedes-Benz 300 SL yang dikenal dengan Gullwing. Maka harganya sekarang bikin geleng-geleng kepala.

Mobil yang dibuat sekitar pertengahan 1950 -an tersebut sekarang sudah menjadi ‘peliharaan’ favorit para ‘car lover.‘ Tetapi bukan sembarang pecinta mobil karena kategori Gullwing sama dengan berlian. Dikoleksi karena keindahan dan kelangkaannya.

Tidak ada jumlah pasti populasi mobil dengan pintu seperti sayap burung jika terbuka itu. Ada yang menyebut saat pertama kali diproduksi hanya 1400, ada yang menyebut hanya 100 dan ada yang menduga jumlahnya hanya puluhan di seluruh dunia.

Jika mengacu kepada angka 1.400 pun, Gullwing memang layak dikategorikan mobil langka di dunia. Apalagi unit yang masih bisa dikendarai di seluruh dunia sekarang pasti hanya bisa dihitung dengan jari.

Tidak heran jika nilai mobil itu setara berlian, apalagi sejak pertama dirilis Gullwing termasuk sedan sporty premium dengan fitur-fitur high end. Hal yang membuatnya digemari kalangan atas waktu itu adalah kecepatan tiada tanding di masanya.

Dari posisi diam hingga mencapai 100 kilometer per jam, si Gullwing hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 detik. Lalu berapa sih harga yang pantas buat Gullwing peninggalan Eyang Habibie?

Minews.id mencoba merangkumkan lima hasil penjualannya di dunia seperti berikut;

Lelang di Santa Monica, Amerika Serikat

Mobil yang dimiliki Tom Walner itu sudah 21 tahun teronggok di garasi rumahnya sehingga mesinnya rusak. Namun betapa senangnya Tom, kolektor mobil antik mau membelinya senilai Rp 280 juta. Wow, rongsokan Gullwing itu pun mencatat rekor penjualan tertinggi di dunia.

Penjualan mobil koleksi RK Motors Charlotte

Joseph Caroll sebagai pemilik RK Motors berhasil menjual 300 SL tahun 1954 miliknya dengan harga fantastis yaitu 1,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 25,9 miliar.

Kondisinya, mobil sudah digunakan selama 60 tahun sejauh 73.526 kilometer. Namun mobil itu masih orisinal. Saat pertama kali dijual pada 1956 nilainya 121 ribu dolar AS atau setara Rp 1,6 miliar.

 

Pelelangan Gooding & Company

Pada 2012, balai pelelangan itu dikabarkan telah berhasil melelang Gullwing keluaran 1955 dengan nilai 4,62 juta dolar AS atau setara Rp 41,36 miliar. Sebuah harga yang fantastis untuk ukuran mobil berusia 57 tahun.

 

Balai Lelang Bring A Trailer

Tawaran tertinggi untuk 300 SL tahun 1956, seperti dilansir Carscoops 19 Mei 2019 adalah 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 14,4 miliar. Posisi itu masih berjarak 20 hari sebelum ketuk palu harga final.

Lelang eBay Motors

Mercedes-Benz 300SL Gullwing pra-produksi yang dibuat dengan keterampilan tangan pada 1954 itu ditawarkan dengan harga awal 850 ribu dolar AS atau setara Rp 8 miliar lebih.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini