Sebabkan Kematian, Pemerintah AS Larang Peredaran Vape

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kasus kematian terkait rokok elektrik atau vape di Amerika Serikat (AS) makin bertambah. Hingga 11 September 2019, tercatat enam orang meninggal dunia akibat vape.

Dikutip dari Live Science, Pemerintah AS mengumumkan bahwa mereka berencana melarang penggunaan vape berasa buah beserta rasa mint dan mentol. Hanya rasa tembakau yang diperbolehkan beredar.

“Pemerintahan Trump memperjelas bahwa kami bermaksud untuk membersihkan pasar rokok elektrik dengan rasa-rasa untuk membalikkan epidemi yang mendalam tentang penggunaan rokok oleh pemuda yang berdampak pada anak-anak, keluarga, sekolah dan masyarakat,” kata sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Alex Azar dalam sebuah pernyataan.

Kebijakan ini akan mulai berlaku dalam beberapa minggu mendatang sejalan dengan penghapusan vape dengan rasa-rasa dalam waktu 30 hari. Selain itu, perusahaan vape yang mau memasarkan vape rasa tembakau harus medaftarkan produknya ke Food and Drug Administration (FDA) untuk mendapatkan izin edar.

Perusahaan-perusahaan vape harus membuktikan bahwa produknya tidak membahayakan kesehatan jika digunakan oleh remaja. Jika tidak lolos, maka produk vape tidak diizinkan beredar di pasaran.

Laporan terbaru, The Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut lebih dari 450 kasus penyakit paru terkait vape saat ini tengah diinvestigasi. Sebagian besar dari 58 kasus yang sudah diperiksa melibatkan minyak THC (Tetrahydrocannabinol), salah satu kandungan dalam ganja.

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini