Teknologi Digital Bantu UMK Naik Kelas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Teknologi digital saat ini bermanfaat dalam membantu usaha mikro dan kecil (UMK) untuk naik kelas di era pandemi Covid-19.

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Surveyor Indonesia, Rosmanidar Zulkifli mengatakan bahwa pembinaan UMK agar naik kelas diupayakan oleh PT Surveyor Indonesia melalui peningkatan kemampuan mengakses teknologi digital dan program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).

“Dari sekian banyak UMK saat ini, mereka bisa masuk ke pasar digital dengan syarat sudah memiliki sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” kata Rosmanidar di Jakarta, Selasa 14 September 2021.

Menurut dia, sertifikasi TKDN untuk UMK di bawah binaan BUMN tercatat tahun ini sudah mencapai sekitar 3.000 sertifikat.

“Beberapa UMK di bawah binaan BUMN yang sudah melakukan sertifikasi mendapatkan manfaat seperti mengalami kenaikan omzet hingga 200 persen setelah mengikuti program sertifikasi TKDN dan mengikuti proses pengadaan pemerintah,” katanya.

Rosmanidar juga berharap dengan adanya program PUMK maka UMK semakin berkembang dan naik kelas. “Kami berharap UMK tidak hanya hidup, namun juga berkembang dan dapat berdiri sendiri hingga pasar nasional,” ujarnya.

Kementerian BUMN juga bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian melakukan launching Peningkatan Mutu Sistem Pengadaan BUMN pada akhir pekan lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini