TC Tahap Dua Timnas U-18 Rampung, Ini Evaluasi Shin Tae-yong

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas U-18 menuntaskan pemusatan latihan tahap dua. Ada beberapa catatan dari pelatih Shin Tae-yong.

Total ada 72 pemain yang mengikuti pemusatan latihan timnas U-18. Tahap pertama berlangsung dari 29 Agustus hingga 3 September 2021 dengan 36 pemain, kemudian berlanjut ke tahap kedua yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 September 2021, juga dengan 36 pemain yang dipanggil.

Hari pertama di pemusatan latihan, Shin Tae-yong selalu menggelar test fisik baik tahap pertama, ataupun kedua.

“Test fisik untuk hari pertama, kemudian di hari-hari berikutnya kami berikan materi dan internal game yang terakhir dilakukan pada hari Kamis kemarin, kemudian hari ini recovery,” ujar Shin Tae-yong, di laman resmi PSSI.

“Untuk pemain yang menjalani tahap pertama, itu postur tingginya lebih bagus dari pada yang sekarang, dan kemampuan mereka juga lebih bagus. Persamaannya adalah, mereka semua berusaha keras untuk mendapatkan tempat di sini,” katanya.

Pelatih asal Korea Selatan itu memiliki pesan dan evaluasi setelah pemusatan latihan tahap dua rampung.

“Pesan yang saya sampaikan kepada pemain, setelah TC ini adalah mengenai penguatan otot, jujur di tahap ini mereka masih kurang. Untuk itu mereka harus fokus untuk menjaga nutrisi makanan mereka dan apabila tidak dapat info mengenai nutrisi, jangan malu-malu untuk bertanya kepada tim medis timnas atau masing-masing saat di klub,” ucapnya.

“Jujur saja agak sayang, karena kemampuan pemain di tahap kedua ini masih kurang apabila dibandingkan dengan tahap pertama. Jadi saya harap bisa dapat melihat pemain lain lagi kembali di minggu depan, untuk tahap ketiga,” ungkapnya.

Rencananya pemusatan latihan tahap ketiga nanti akan berlangsung Senin, 13 September 2021 di Stadion Madya Senayan Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat Menguat Lewat Sektor Riil yang Tangguh dan Berdaya Saing

*) Oleh: Dinda ParamitaKetahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas indikatormakroekonomi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riil yang menjadi penggerak utamaaktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Dalam konteks pembangunannasional saat ini, penguatan sektor riil menjadi strategi yang semakin relevan untukmemastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ketika sektor riil bergerak secaraoptimal, peluang usaha berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, dan daya belimasyarakat dapat terjaga.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan sektor riilmenjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terjaga dan semakin kuat ke depan. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran pemerintahbahwa tantangan ekonomi global yang semakin dinamis memerlukan respons yang lebih konkret melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif di dalam negeri. Meskipunfundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid, percepatan implementasi program-program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap menjadikebutuhan mendesak. Dengan demikian, sektor riil tidak hanya berfungsi sebagaimesin pertumbuhan, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.Selain itu, sektor riil memiliki karakteristik yang mampu menciptakan efek bergandasecara luas terhadap perekonomian nasional. Setiap peningkatan aktivitas produksiakan mendorong kebutuhan tenaga kerja, memperkuat permintaan bahan baku, sertameningkatkan perputaran uang di tingkat lokal maupun nasional. Kondisi ini menjadisangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhiarus perdagangan dan investasi internasional. Ketika ekonomi domestik memilikibasis sektor riil yang kuat, daya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal akansemakin besar. Karena itu, percepatan program strategis pemerintah pada sektor-sektor produktif menjadi investasi jangka panjang yang bernilai tinggi bagi stabilitasekonomi nasional.Lebih lanjut, penguatan sektor riil juga menjadi sarana efektif untuk memperkuatekonomi kerakyatan. Selama ini, usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi tulangpunggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi yang signifikan terhadappenyerapan tenaga kerja. Melalui kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektorriil, pemerintah dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan kompetitifsehingga pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwaperluasan peran Bank Indonesia menunjukkan adanya paradigma baru dalampembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, tugas Bank Indonesia tidak lagiterbatas pada menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tetapi juga turut berkontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil serta penciptaan lapangan kerja. Perspektiftersebut menegaskan bahwa kebijakan moneter dan sektor riil tidak dapat berjalansecara terpisah. Sinergi keduanya diperlukan agar stabilitas ekonomi yang telahterjaga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikanmanfaat langsung bagi masyarakat.Dalam kerangka tersebut, dukungan kebijakan moneter terhadap sektor riil berpotensimenciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Stabilitas harga dan inflasi yang terkendali akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansibisnis dan investasi. Di sisi lain, koordinasi yang kuat antara pemerintah, otoritasfiskal,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini