Tank Mogok di Tengah Jalan Raya yang Sibuk, Masih Digunakan Lima Tahun Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Jika mobil mogok di tengah jalan pasti dengan mudah memanggil mekanik langganan agar bisa beroperasi kembali.

Tetapi, bagaimana jika tank mogok di tengah jalan? Tank PT-91M milik Angkatan Bersenjata Malaysia yang baru saja mengalaminya yaitu sebuah malfungsi di Jalan Damansara, Kuala Lumpur tempat lalu lalang kendaraan berbagai jenis dan ukuran.

Menurut catatan, tank itu sedianya dipergunakan militer Malaysia hingga 2027 sehingga sering dipanggil karena usia tank sudah 20 tahun.

“Tangki ini akan digunakan hingga 2027 sebelum diganti dengan tipe yang berbeda, mengikuti arus teknologi bangsa dan kebutuhan strategis di masa depan,” katanya dalam jawaban tertulis atas pertanyaan Hasanuddin Mohd Yunus (Hulu Langat-PH) di Dewan Rakyat, Minggu 10 sepuluh 2002.

Seperti dilansir Hisamuddin menanyakan apakah jebolnya tangki PT-91M saat menjelang persiapan parade Hari Nasional baru-baru ini merupakan pertanda harus diganti.

Hishammuddin mengatakan, kerusakan pada 26 Agustus itu disebabkan kegagalan pompa injeksi bahan bakar tangki karena aus.

Meski demikian, kata dia, kerusakan tersebut tidak mempengaruhi fungsi utama tangki.

Sebab, tangki-tangki ini dirawat secara berkala melalui kontrak perawatan dan perbaikan yang masih berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini