Tak Dibutuhkan Zidane, Bale Benar-benar Terbuang

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Akhirnya pelatih Real Madrid Zinedine Zidane buka suara soal dirinya yang mencadangkan Gareth Bale dalam pertandingan terakhir Real Madrid di Liga Spanyol musim ini.

Menurut Zidane, Bale tidak cocok berada dalam komposisi tim yang sedang ia ramu dan persiapkan menghadapi musim depan. Hal itu sekaligus menjawab kejelasan bahwa Bale akan segera hengkang di bursa transfer musim panas ini.

“Saya minta maaf mencadangkannya. Saya harus memilih pemain dengan performa terbaik,” ujar Zidane, seperti dikutip dari Sky Sports, Senin 20 Mei 2019.

Bale tak diberi kesempatan mengucapkan perpisahan terakhirnya kepada fans Madrid, saat Los Blancos kalah dikandang melawan Real Betis dengan skor 0-2 pada pertandingan terakhir La Liga, Minggu 19 Mei 2019 WIB.

Pelatih asal Prancis itu bahkan menolak memberi jaminan masa depan kepada Bale. Menurutnya, tidak memasukkan pemain timnas Wales itu ke dalam skuat adalah keputusan tepat.

Sejak Zidane kembali menangani Real Madrid, Bale semakin kesulitan mendapat tempat setelah dirinya sembuh dari cedera panjang. Meski demikian, mantan pemain Tottenham Hotspur itu berhasil mempersembahlan empat gelar juara Liga Champions, La Liga, dan Copa del Rey selama enam tahun berseragam Real Madrid.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini