Tak Bisa Diprediksi Akhirnya, Kita Harus Siap Hidup dengan Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hingga kini belum ada yang mampu memprediksi kapan pandemi Covid19 akan berakhir. Maka, kita harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Nasihat itu, berasal dari Kasubbid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Koesmedi Priharto, Sp.OT., M.Kes, dalam pesan yang dilihat Mata Indonesia News, Jumat 30 Juli 2021.

Dia menegaskan negara-negara yang sukses menurunkan kasus Covid19 dengan berbagai cara termasuk lockdown pun tidak serta merta terbebas dari wabah penyakit tersebut. Ketika lockdown dicabut penambahan angka kasus baru pun melonjak kembali.

“Maka sudah sewajarnya lah kita mempersiapkan diri kita untuk hidup berdampingan dengan Covid,” ujar Koesmedi.

Hal tersebut dilakukan manusia usai dunia mengalami wabah Flu Spanyol pada 1918 yang memutuskan hidup berdampingan dengan virus itu hingga kini.

Meski Indonesia terlihat bisa mengatasi “serangan” varian Delta, namun bukan berarti kita akan segera terbebas dari virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini