Tahun Ini Jokowi Bakal Sambungkan Trans Papua

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Trans Papua merupakan salah satu pembangunan prioritas Pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla (JK) pada periode 2015-2019. Tahun ini sekitar 4.330 kilometer Trans Papua diusahakan tersambung.

Tujuan Jokowi sama dengan cita-cita almarhum Presiden Soeharto yaitu membuka isolasi dan pemerataan ekonomi Papua dan Papua Barat.

Soeharto mulai mewujudkan proyek impiannya itu pada 1980 dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.

Tiga tahun hanya untuk membangun tiga ruas jalan utama yaitu Nabire-Ilaga sepanjang 300 kilometer, kedua ruas Abepura – Ubup juga 300 kilometer dan terakhir ruas Merauke – Digul 250 kilometer.

Namun hingga Soeharto lengser 1998 banyak jalan yang tidak selesai karena kondisi alam dan cuaca yang ekstrem serta mahalnya transportasi logistik.

Tetapi membuka keterisolasian Papua dan Papua Barat tidak boleh berhenti, maka selalu menjadi warisan dari pemerintahan satu ke pemerintahan lainnya sejak era Habibie.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir mengutip data pembangunan dan pemeliharaan jalan dari ditjen Bina Marga menyebutkan sejak era Habibie, Gus Dur dan Megawati Trans Papua dibangun sepanjang 2.078 kilometer.

Namun pembangunan jalan itu tanpa perkerasan sehingga beberapa ruasnya kembali rusak akibat kondisi alam saat Jokowi menjadi presiden.

Sementara di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak 2007 hingga 2014 berhasil membangun sepanjang 1.211 kilometer Trans Papua.

Ada pun Pemerintahan Jokowi hingga 2018 sudah dibangun 870 kilometer dan tahun ini diharapkan mencapai target 1.041 kilometer Trans Papua.

Saat SBY berkuasa selama dua periode telah dibangun 4.040 kilometer jalan nasional di Papua. Selain itu, melakukan pemeliharaan dan pengaspalan ulang sepanjang 18.263 klometer.

Sedangkan di periode pertama Jokowi dibangun 1.982 kilometer jalan nasional di Papua. Sedangkan pemeliharaan dan pengaspalan sepanjang 14.367 kilometer.

Menurut data Kementerian PUPR, Pemerintahan Jokowi berhasil membuat 1.070,62 kilometer Trans Papua di Papua Barat terhubung seluruhnya sejak akhir 2017.

Ruas jalan itu membentang dari Sorong hingga Wasior dan perbatasan Provinsi Papua. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari Yohanis Tulak Todingrara menyebutkan ruas itu bisa dilalui sekitar 36 jam.

Fokus Pemerintah Jokowi saat ini adalah menyambungkan ruas Trans Papua yang ada di Provinsi Papua. Panjang seluruhnya sekitar 3.259 kilometer.

Kondisi awal ruas itu sama dengan Trans Papua di Papua Barat, terputus di beberapa tempat. Dengan pembangunan jalan sepanjang 865 kilometer ruas tersebut akan bisa terhubung di tahun ini.

Jika terhubung maka sejak dari Sorong – Nabire – Wamena – Jayapura – Oksibil – hingga Merauke sepanjang 4.330 kilometer bisa ditempuh lewat darat.

Berita Terbaru

Tingkat Kepuasan Publik Menjadi Indikator Kuat Keberhasilan Program Prioritas Nasional

Oleh: Nabila Khairunnisa )*Tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai program pemerintahtidak hanya menjadi angka statistik dalam sebuah survei. Di balik angkatersebut, terdapat gambaran mengenai sejauh mana kebijakan yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan publik. Ketika mayoritasmasyarakat memberikan penilaian positif, hal itu menunjukkan bahwaprogram yang dijalankan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya secaranyata.Hasil Survei Nasional Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu AktualStrategis yang dirilis Poltracking Indonesia memperlihatkan adanyaoptimisme publik terhadap sejumlah agenda prioritas pemerintah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran Danantara Indonesia sebagai lembaga yang diproyeksikan memperkuat pengelolaan aset daninvestasi negara.Peneliti Poltracking Indonesia, Ahmad Zia Fitrahudin, menjelaskan bahwatingkat kepercayaan masyarakat terhadap Danantara mencapai 54,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakatyang menyatakan tidak percaya. Menurutnya, temuan ini mencerminkanadanya harapan publik terhadap kemampuan Danantara dalammendukung pertumbuhan ekonomi nasional.Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi lembaga yang masihberada dalam tahap penguatan peran. Dukungan masyarakat dibutuhkanagar berbagai langkah transformasi yang dilakukan dapat berjalan lebihefektif. Di saat yang sama, tingginya ekspektasi publik juga menjaditantangan agar Danantara mampu membuktikan kinerjanya melalui hasilyang dapat dirasakan masyarakat.Selain tingkat kepercayaan, survei juga mencatat tingkat kepuasanmasyarakat terhadap Danantara mencapai 51,5 persen. Penilaian positifyang lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak puas menunjukkanbahwa publik mulai melihat arah kerja lembaga tersebut secara optimistis.Temuan ini menarik karena memperlihatkan bahwa masyarakat tidakhanya menilai berdasarkan rencana atau konsep yang disampaikanpemerintah. Publik mulai melihat potensi kontribusi yang dapat diberikanDanantara dalam memperkuat investasi nasional dan mengoptimalkanpengelolaan aset negara.Optimisme terhadap program prioritas pemerintah juga tidak terlepas darikondisi ekonomi nasional yang relatif terjaga. Di tengah dinamika ekonomiglobal yang masih berlangsung, pemerintah terus berupaya memastikanstabilitas tetap menjadi prioritas utama.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwapemerintah bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, danOtoritas Jasa Keuangan terus melakukan koordinasi secara intensif untukmemantau perkembangan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukanagar setiap perubahan situasi global dapat diantisipasi sejak dini.Menurut Prasetyo, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihanterhadap pergerakan nilai tukar maupun dinamika ekonomi yang terjadi. Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada padakondisi yang kuat dan didukung oleh sejumlah indikator yang positif.Pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga dan inflasi yang terkendalimenjadi faktor penting yang menopang keyakinan tersebut. Denganfondasi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki kemampuan untukmenghadapi berbagai tantangan ekonomi yang muncul dari luar negerimaupun dalam negeri.Upaya menjaga stabilitas ekonomi memiliki arti penting karenadampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ketika harga-harga relatifterkendali dan aktivitas ekonomi tetap berjalan, ruang bagi dunia usahauntuk berkembang akan semakin terbuka. Situasi seperti inilah yang padaakhirnya berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadapkinerja pemerintah.Pandangan yang sama juga disampaikan Menteri Keuangan, PurbayaYudhi Sadewa. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulanpertama 2026 bukan sekadar angka dalam laporan statistik, melainkantercermin dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung di berbagai daerah.Menurut Purbaya, pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomimelalui berbagai indikator sekaligus pengamatan langsung di lapangan. Aktivitas perdagangan yang ramai, tingginya kunjungan ke pusatperbelanjaan, serta pergerakan sektor jasa menunjukkan bahwa rodaekonomi nasional masih bergerak dengan baik.Di sejumlah kota besar, aktivitas masyarakat tetap tinggi. Pasar tradisionalmasih ramai dikunjungi, pusat perdagangan beroperasi secara aktif, danberbagai kegiatan ekonomi berlangsung normal. Kondisi tersebut menjadisalah satu indikator bahwa daya beli masyarakat masih terjaga.Purbaya juga melihat tingginya mobilitas masyarakat selama periode liburpanjang. Kawasan wisata di berbagai daerah dipadati pengunjung, sementara tingkat hunian hotel dan penginapan menunjukkan tren yang baik. Fenomena ini memperlihatkan bahwa konsumsi rumah tangga masihmenjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional.Berbagai capaian tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadapterbentuknya persepsi positif masyarakat terhadap program-program pemerintah. Kepuasan publik lahir ketika kebijakan yang dirancangmampu memberikan dampak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.Karena itu, hasil survei yang menunjukkan tingginya kepercayaanterhadap Danantara maupun optimisme terhadap kondisi ekonominasional dapat dibaca sebagai refleksi atas upaya pemerintah dalammenjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan. Masyarakatmelihat adanya keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasiekonomi dan mempersiapkan ruang pertumbuhan yang lebih besar di masa depan.Tentu masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan. Namun, tingkat kepercayaan dan kepuasan yang relatif tinggimenunjukkan bahwa arah kebijakan yang ditempuh pemerintahmemperoleh dukungan yang cukup luas. Dukungan tersebut menjadimodal penting untuk memastikan berbagai program prioritas nasionaldapat berjalan secara berkelanjutan.Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur daritarget yang tercapai, tetapi juga dari penerimaan masyarakat terhadapmanfaat yang dihasilkan. Ketika publik merasakan dampak positif darikebijakan yang dijalankan, tingkat kepuasan akan tumbuh secara alami. *) Pengamat Kebijakan Ekonomi
- Advertisement -

Baca berita yang ini