Sumbangan Masyarakat Bantu Tangani Corona Lebih dari Rp 72,2 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sumbangan masyarakat untuk mendukung penanganan penyebaran virus corona alias Covid19 sudah lebih Rp 72,2 miliar.

Maka, Juru Bicara Pemerintah untuk  Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto mengapresiasi masyarakat dan relawan yang mulai membantu tenaga medis.

Mereka yang berada di daerah telah membantu penyelidikan epidemiologi dengan melakukan kegiatan pelacakan kasus COVID-19 dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 7.193 spesimen. Spesimen ini akan diperiksa untuk mengetahui positif atau negatif COVID-19.

Kegiatan mencari dan menemukan kasus positif COVID-19 di tengah masyarakat harus tetap dilakukan. Karena dengan menemukan kasus positif di masyarakat, upaya isolasi dan karantina bisa segera dilakukan agar tidak terjadi penularan penyakit kepada orang lain.

Yurianto kembali menekankan pentingnya untuk memutus mata rantai penularan virus itu, dengan masyarakat konsisten disiplin menjaga jarak aman antara dua meter dalam berkomunikasi sosial agar tidak terjadi penularan secara langsung dari orang yang positif kepada orang lain yang rentan.

Masyarakat juga diminta tetap menghindari kegiatan-kegiatan yang penuh sesak dan yang sifatnya berkumpul atau menghindari kerumunan.

Masyarakat juga harus membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir setidak-tidaknya 20 detik dan diam di rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini