Subahanallah, Pimpin Dzikir Malam Jumat Pria Ini Tak Mempan Ditusuk

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Peristiwa menggemparkan warga Riau terjadi Kamis 23 Juli 2020 malam atau malam Jumat. Seorang imam salat di masjid Al Falah Darul Muttaqin, Jl Sumatera Pekanbaru tiba-tiba ditusuk orang tak dikenal tetapi tidak terluka hanya bajunya yang robek dan pisau pelaku dikabarkan bengkok.

Tidak diketahui motif penusukan tersebut. Hanya peristiwanya terekam jelas di CCTV masjid yang tersebar di media sosial.

Saat itu, imam salat yang bernama Yazid Nasution sedang bersila di mihrab di samping mimbar memimpin dzikir.

Jemaah masjid pun tampak tidak begitu banyak sepertinya mereka juga menerapkan protokol Covid19 untuk ‘jaga jarak’ saat salat.

Tiba-tiba saja dari belakang mimbar datang dua lelaki muda salah satunya mengenakan helm, langsung saja menusuk Yazid di bagian dadanya dan Yazid sempat terjengkang karena tidak mengetahui dirinya akan diserang.

Seketika suasana di dalam masjid heboh dan kedua penusuk dengan mudah ditangkap jemaah masjid.

Sementara peserta Salat Isya lainnya mendatangi Yazid melihat kondisinya. Ajaib baju gamis putih yang diakenakan tidak ada bercak darah setetes pun. Padahal, si penusuk sangat leluasa menancapkan pisaunya.

Saksi mata bahkan menyebutkan pisau yang digunakan untuk perbuatan jahat itu bengkok dan kini diamankan di Polsek Kota Pekanbaru bersama kedua pelaku.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini