Stok Beras di Papua Dipastikan Aman untuk Sambut Gelaran PON XX 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Perum Bulog Papua memastikan pasokan beras di Bumi Cenderawasih aman dan sangat berkecukupan untuk kebutuhan Pekan Olahraga Nasional (PON XX) 2021.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Moh Yusri Muin.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang, karena stok beras aman. Hal ini karena stok saat ini untuk Papua dan Papua Barat capai 20 ribu ton. Ditambah persediaan yang masih dalam perjalanan itu kurang lebih 15 ribu ton,” katanya, Minggu 5 September 2021.

Yusri juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi stok beras jelang perhelatan PON. Ada dua varian yang disiapkan yaitu varian kualitas premium dan varian kualitas medium.

“Varian premium disiapkan sebanyak 150 ton. Kualitas ini, biasanya untuk konsumsi saat even-even seperti ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kualitas premium ini diambil dari Sulawesi Selatan. Seperti yang diketahui, PON XX Papua, dilaksanankan di tiga daerah, yaitu di Jayapura, Mimika dan Merauke.

Yusri mengatakan, stok beras di merauke sangat banyak. “Karena Merauke merupakan daerah produksi, jadi varian medium dan premium banyak di sana,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini