Kasus Covid-19 di Indonesia Jauh Lebih Terkendali dari Empat Negara ASEAN Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indikator penanganan Covid-19 di Indonesia pada Minggu 5 September 2021 menunjukkan lebih terkendali dibandingkan Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

Kasus aktif atau mereka yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi di Indonesia saat ini sudah menyentuh angka 150 ribuan setelah seminggu kemarin masih di angka 160 ribuan.

Hal itu ditandai dengan semakin rendahnya tekanan pasien Covid-19 terhadap rumah sakit karena tingkat keterisian tempat tidur (BOR) sudah di bawah 30 persen.

Selain itu, sejumlah tempat isolasi terpusat seperti Rumah Susun Nagrak dan Pasarrumput bahkan sudah kosong tidak lagi merawat pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala.

Indikator lain yang menunjukkan terkendalinya penanganan Covid-19 di Indonesia adalah terus mengecilnya angka kasus harian yang pada 5 September 2021 ini menyentuh 5 ribuan kasus atau 5.403 kasus.

Angka kematian juga semakin kecil dengan angka penambahan 392 kasus harian meninggal dunia karena Covid-19. Tren kasus Covid-19 di Indonesia hingga kini terus turun.

Sementara Malaysia dan Filipina seperti dicatat laman worldometer.info masih berada di puncak penularan dengan kasus harian keduanya lebih dari 20 ribu kasus dengan tren yang terus naik.

Sedangkan angka kasus harian di Thailand pada Minggu 5 September 2021, tercatat 15.452 kasus dan Vietnam di angka 9 ribuan kasus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini