Statistik Apik MU usai Comeback Lawan Tottenham

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDONManchester United (MU) mencatatkan comeback lagi saat mengalahkan Tottenham Hotspur. Setan Merah makin dikenal jago comeback.

Berlaga di Tottenham Hotspur stadium, Minggu 11 April 2021 dini hari WIB, MU menang dengan skor 3-1. Tuan rumah unggul lebih dulu melalui gol Son Heun-min di babak pertama.

MU bangkit di babak ketiga dengan mencetak tiga gol melalui Fred, Edinson Cavani, dan Mason Greenwood. Manchester Merah kembali membuktikan sebagai tim jago comeback musim ini.

Dalam sejarah kompetisi tertinggi Liga Inggris, MU hanya kalah dari Arsenal dengan soal tak terkalahkan terlama di laga tandang. The Gunners menorehkan 27 laga tandang tak terkalahkan antara April 2003 hingga September 2004.

Sementara itu, MU mencatatkan 23 laga tandang tak terkalahkan dengan rincian 15 menang dan delapan imbang. Hasil ini memantapkan The Red Devils di posisi dua klasemen tertinggal 11 poin dari Manchester City dan masih memainkan satu laga lebih sedikit.

Catatan apik MU lainnya adalah, mereka mampu meraup 28 poin dari posisi tertinggal lebih dulu di Liga Premier Inggris musim ini. Hanya Newcastle United yan mampu meraih poin lebih banyak (34) dalam posisi tertinggal lebih dulu di musim 2001/02.

“Saya merasa kami bermain sangat bagus. Kami mencetak tiga gol yang bagus. Anda lihat hasil pertandingan lain hari ini, kini kami unggul tujuh poin dari tim peringkat tiga,” ujar pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, dikutip dari BBC, Senin 12 April 2021.

“Kami ingin melihat seberapa dekat kami bisa memangkas jarak dengan tim di peringkat satu. Saya suka dengan penampilan pemain yang bersatu. Mereka bisa bangkit (saat tertinggal),” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini