Sosok Pemimpin, Jokowi Harapkan Muncul yang Turun Bertemu Rakyat Bukan Duduk Enak di Istana

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Relawan Pro-Jokowi (Pro-Jo) menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) I Jawa Barat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut hadir disana.

Dalam Musra setiap peserta yang hadir dipersilakan menyampaikan aspirasinya di hadapan forum berkaitan dengan harapan Indonesia ke depannya. Termasuk kriteria pemimpin yang diinginkan, dalam hal ini Calon Presiden (Capres) 2024.

“Nanti kalau dalam musra ini sudah ketemu siapa (Capres), tolong saya dibisiki, karena ini adalah forumnya rakyat, boleh rakyat bersuara kan,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, Musra ini sebagai ruang bagi rakyat untuk berdemokrasi. Sebab, ide serta gagasan dalam Musra ini akan berdampak baik bagi rakyat.

“Memang kita harus tahu juga bahwa menurut undang-undang, menurut konstitusi, yang mengusung calon presiden dan wakil presiden itu partai atau gabungan partai, tapi pada saat pencoblosan itu yang menentukan, gantian, adalah rakyat,” kata Presiden.

Presiden Jokowi menilai Musra sebagai salah satu instrumen dalam berdemokrasi. Melalui Musra, Jokowi berharap muncul calon pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Kita harapkan Musra bisa memunculkan pemimpin yang dicintai rakyat, yang mau dekat dengan rakyat, yang mau turun ke bawah, tidak hanya duduk enak di istana, setuju?” Jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing Jadi Pilar Penting Pemulihan Pascabencana Sumatra

Oleh: Bara Winatha*) Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh menjadi momentum penguatan kepedulian nasional terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak. Dalam setiap situasi darurat, anak-anak mendapatkan perhatian khusus sebagai generasi penerusbangsa yang harus terus tumbuh dengan semangat, rasa aman, dan optimisme. Upaya pemulihan kesehatan mental melalui program trauma healing hadir sebagai langkah strategisuntuk membantu anak-anak kembali beraktivitas, belajar, dan bersosialisasi secara positif. Pendekatan ini memastikan mereka tetap berkembang secara psikologis dengan dukunganyang tepat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut semakin nyata melalui sinergi kuat antaralembaga negara, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan yang secara aktifmenghadirkan layanan psikososial berkualitas di wilayah terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak...
- Advertisement -

Baca berita yang ini