Sore Ini Asteroid yang Bisa Musnahkan Benua Bakal Melintas Dekat Bumi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah asteroid besar yang bisa menghancurkan sebuah benua dikabarkan mendekati bumi Sabtu 15 Februari 2020 sore ini. Hal itu dikonfirmasi NASA.

Pelacak asteroid NASA menemukan batuan luar angksa tersebut dikabarkan bakal benar-benar disebut melintas dekat dengan bumi.

Jaraknya sekitar 5,7 juta kilometer dari bumi menurut perhitungan ahli NASA atau 15 kali jarak bumi dan bulan. Asteroid itu melintas dengan kecepatan 57.240 kilometer per jam atau lebih dari 10 kali kecepatan pesawat tempur.

Asteroid berukuran diagonal lebih dari satu kilometer tersebut akan melintas beberapa saat setelah pukul 11 siang waktu GMT atau sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu 15 Februari 2020.

Untuk perbandingan, 66 juta tahun lalu, sebuah asteroid berukuran diagonal 10 kilometer menghantam bumi sehingga mengakibatkan lenyapnya seluruh dinosaurus dan dua pertiga kehidupan di bumi kala itu.

Beruntung asteorid PZ39 seperti dilansir express.uk, yang beberapa jam lagi akan melalui lintasannya di dekat bumi dipastikan tidak akan menghantam planet kita. Sehingga tsunami maupun gempa bumi yang bisa diakibatkannya tidak bakal terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini