Soekarno Pernah Pamer Pancasila di Hadapan Kongres AS

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Terhadap Pancasila, Presiden Soekarno bukan hanya gemar memopulerkannya di tanah air, tetapi juga memamerkannya di negara lainnya seperti saat dia berkunjung ke Kongres Amerika Serikat 17 Mei 1956.

Itu berarti delapan bulan setelah dia memenangkan Pemilu pertama Indonesia September 1955.

Di Kongres AS dia menyampaikan di depan Sidang Gabungan. Awalnya Bung Karno membahas masalah dunia, namun pada satu bagian pidatonya dia menyempatkan menjelaskan Pancasila sebagai panduan dalam berbangsa di Indonesia.

“Saat deklarasi kemerdekaan kami pada Agustus 1945, kami melampirkan dalam pembukaan konstitusi kami, Pancasila. Panca berarti lima, sila berarti prinsip. Pancasila adalah lima prinsip panduan dalam kehidupan berbangsa kami,” kata Soekarno dalam pidatonya yang selalu banjir tepuk tangan.

Dia juga sempat mengungkapkan satu per satu makna dari kelima sila tersebut di hadapan Kongres.

Soekarno juga menjelaskan demokrasi yang dianut bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa.

Pidato itu masih terekam jelas dalam sebuah video berdurasi 1 menit lebih.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini