Sjafrie Sjamsoeddin Ingatkan Prabowo Subianto Tidak Paksakan Kehendak, Ada Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Letjen (purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan sahabatnya, Prabowo Subianto dengan nasihat berbahasa Jawa agar tidak sombong, melupakan dan tidak memaksakan kehendak.

“Sahabat, dalam mengerjakan sesuatu atau melaksanakan tugas yang perlu diingat agar kita berpedoman pada nasehat, Ojo Dumeh, Ojo Lali dan Ojo Ngoyo,” kata Sjafrie melalui akun media sosialnya, Jumat 26 Agustus 2022.

Sjafrie juga mengingatkan sahabatnya itu, agar tidak melupakan arti kesetiaan, jangan pernah berbuat ingkar, dan ingat selalu jika bisa balas budi orang lain.

Lelaki itu kini ditunjuk sahabatnya menjadi penasihat di Kementerian Pertahanan.

Pada 2010, Sjafrie juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dari 6 Januari 2010 hingga 20 Oktober 2014.

Persahabatan mereka bukan terjadi baru-baru ini, tapi sudah sejak mereka masih menjalani pendidikan di Akademi Militer (Akmil) 1974.

Saat ini, Prabowo adalah satu-satunya politisi yang sudah menyatakan siap diusung menjadi calon presiden untuk pemilihan di 2024.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini