Shin Tae-yong Bongkar Dua Taktik Kemenangan Indonesia Lawan Filipina dan Myanmar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih kepala Timnas U-23 Indonesia, Shin Tae-yong mengaku selalu menerapkan strategi yang berbeda-beda dalam menghadapi setiap tim lawan, termasuk di SEA Games ke-31 di Vietnam saat ini.

Strategi yang diterapkan saat melumat Filipina dan Myanmar di babak penyisihan grup A, kemarin jauh berbeda.

Untuk menerapkan strategi pertandingan, Shin Tae-yong juga memperhatikan psikologi ana-anak asuhnya.

Saat menghadapi Filipina, dia optimis anak asuhnya mampu meraih poin penuh.

Alasannya, saat itu, suasana tim Filipina diyakini mengalami guncangan setelah kalah dari Myanmar dalam laga sebelumnya.

Selain itu mereka tidak pernah merasakan kemenangan karena bermain seri saat menghadapi Vietnam.

“Suasana tim mereka pasti menurun,” kata Shin Tae-yong, Kamis 12 Mei 2022.

Maka juru taktik yang pernah membuat Korea Selatan mengalahkan Jerman, meminta skuadnya berani adu fisik.

Terbukti Egi Maulana Vikri dan kawan-kawan mampu menggilas Filipina 4-0.

Sementara saat menghadapi Myanmar, Shin Tae-yong menginstruksikan timnya menerapkan taktik pressing yang baik, karena tim lain memiliki organisasi permainan yang baik.

Selain itu, dia juga tidak ingin Timnas Indonesia mengincar hasil imbang untuk menuju semi final, karena hal tersebut justru akan menghasilkan kesulitan.

Maka, dia menginstruksikan timnya bekerja keras untuk mendapat kemenangan hingga akhirnya bisa melibas Myanmar 3-1.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini